Peran Penting Teknologi dalam UKM

06.37 0 Comments

Beberapa dari kita mungkin sudah mengerti dan paham mengenai apa itu UKM, namun banyak juga masyarakat yang masih bingung atau bahkan tidak pernah mendengar istilah UKM, berikut merupakan definisi UKM menurut beberapa institusi yang ada di Indonesia:
Sebagai acuan utama pengertian UKM  ini mengacu pada Undang-undang UKM Nomor 20 Tahun 2008, yaitu: 
1.  Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut: 
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
2.  Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut: 
  •  Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  •  Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari  Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). 
3.    Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh  orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun  tidak langsungdengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:
  •  Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00  (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  •  Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
UKM memanfaatkan TIK untuk meningkatkan daya saing perusahaan, mengingat di era globalisasi ini karena persaingan menjadi sangat kompetitif, untuk itu diperlukan strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Dewasa ini TIK menjanjikan solusi bagi banyak permasalahan di dunia usaha. hal ini dapat dilihat dari perkembangan internet di beberapa negara

Aplikasi TIK dapat memberikan  keuntungan  pada proses dan transaksi bisnis baik secara internal maupun eksternal. Meningkatkan informasi dan pengetahuan di bidang tersebut untuk mengelola perusahaan dapat mengurangi biaya transaksi, meningkatkan kecepatan transaksi antar bisnis. TIK juga merupakan perangkat efektif untuk meningkatkan komunikasi dan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurut riset didapatkan bahwa orang Indonesia lebih banyak meluangkan waktu dalam penggunaan media elektronik:

Jika dilihat dari data diatas pasti semua pengusaha akan cepat-cepat mengalihkan media promosinya ke berbagai media sosial. tapi tunggu dulu, dalam mengimplementasikan teknologi ke UKM tidak semudah membalikkan telapak tangan, terdapat beberapa hambatan yang harus dilalui. Berikut merupakan hambatan-hambatan dalam pengimplementasian teknologi dalam UKM:
  • Kesadaran dan kemauan pengusaha untuk menerapkan  ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna di perusahaan masih sangat terbatas.
  • Kurangnya pemahaman tentang kegunaan dan cara menggunakan teknologi
  • Keterbatasan modal untuk melakukan perbaikan/peningkatan teknologi.
  • Kurangnya kemampuan pengusaha untuk memanfaatkan peluang usaha.
  • Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan tertentu.
Jika para pengusaha berhasil mengatasi hambatan hambatan di atas, maka akan dipastikan usaha tersebut akan menghasilkan banyak sekali keuntungan. Alhasil pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga akan semakin membaik.

0 komentar:

Rahasia Teknik Industri Ma Chung dalam Memajukan UKM

00.56 0 Comments

Mungkin banyak dari kita (khususnya anak SMA) yang masih bingung untuk memilih melanjutkan pendidikan di universitas mana. Setelah baca artikel ini gak usah bingung lagi, daftar aja ke Universitas Ma Chung Malang. Haa??opo? mancung? emang banyak orang-orang yang salah denger, yang bener Ma Chung kawan-kawan. Universitas Ma Chung berdiri pada tahun 2007, dan universitas ini masih tergolong baru namun sudah menorehkan banyak prestasi yang sangat membanggakan. prestasi terakhir yang diraih masuk ke dalam nominasi 5 Universitas terbaik se-jatim,, nah lhoo..

Universitas Ma Chung menyediakan beberapa jurusan antara lain teknik industri, teknik informasi, sistem informasi, manajemen, akun, bahasa inggris, bahasa mandarin, DKV, kimia, dan farmasi. Dari semua jurusan diatas gua recommended banget buat masuk teknik industri (bukan karena aku anak industri yaa) Mengapa? untuk yang lulusan IPA, sayang banget kalo masuk menejemen atau akun, ilmu yang susah payah lu dapet waktu SMA gk kepake. alasan kedua soalnya logika anak industri lebih bagus ketimbang jurusan ilmu bisnis. (gak rasis lho bro and sis,, emang kenyataan) kembali ke bahasa yang baku.


Teknik industri merupakan salah satu jurusan terbaik di Universitas Ma Chung. Lulusan dari prodi ini siap untuk bersaing di dunia kerja. Tidak hanya unggul dalam hal pengetahuan, lulusan teknik industri Ma Chung juga dibekali dengan kemampuan sosial. Banyak kegiatan baik dalam maupun luar prodi yang mengharuskan mahasiswa berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti bakti sosial, berkunjung ke suatu desa, mengunjungi UKM, dsb. Untuk saat ini I-Sos (Industrial Social) merupakan satu-satunya kegiatan dari prodi teknik industri yang terjun langsung ke masyarakat atau lebih tepatnya ke UKM (Usaha Kecil Menengah). 

Pada semester kemarin kami berkesempatan untuk melakukan kegiatan I-Sos di Desa Kucur, Dau, Kabupaten Malang. Di desa ini terdapat banyak sekali UKM seperti masker, carang mas, lolipop, jamu, dan keripik tempe, karena potensi yang dimiliki ini tidak heran jika Kucur merupakan salah satu desa yang sering dikunjungi oleh Universitas Ma Chung. Salah satu UKM yang kami kunjungi adalah UKM masker. di sana kami semua melakukan analisis mengenai proses pembuatan masker dari bahan baku menjadi produk jadi, alat-alat apa saja yang digunakan, kendala-kendala yang dihadapi dan masih banyak lagi. Berdasarkan data dan informasi yang telah kami peroleh akan dilakukan analisis, yang nantinya hasil dari analisis tersebut diharapkan dapat membantu UKM mengatasi permasalahan yang sering dihadapi dan membuat usaha ini menjadi lebih maju. 

0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com